Krontjong Toegoe di Ranah Minang
Kami main di Pacific Indian Ocean Music Fest di Padang Sabtu malam, 26 Oktober. Sejak mendarat pagi sehari sebelumnya, di pinggir jalan-jalan di kota Padang tidak ada penjual durian. Sama sekali. Saya gelisah dan agak malu pada diri sendiri bahwa yang saya gelisahkan justru durian, bukan sound system , bukan panggung, bukan alat-alat musik. Mungkin karena saya percaya saja bahwa kami akan tampil mantap. Teman-teman lain tidak mempermasalahkan absennya durian di kota Padang. Sama sekali. Dan betul. Penampilan kami cukup sesuai dengan harapan. Harapan siapa? Harapan kami, tentu saja. Kalau ada yang berharap kami tampil spektakuler dengan cara melompat-lompat gila hingga buka baju dan terjun dari panggung, terserah. Tidak kami lakukan! Persetan. Salah satu bukti yang saya serahkan pada diri sendiri soal penampilan kami adalah kenyataan bahwa saya menikmati pertunjukan kami hingga tidak berpikir soal durian. Sama sekali. Hari Minggu pagi kami berangkat, singgah di sebuah pasar besar un...